Hey Kamu yang Sedang Hilang Arah! Meski Hidup Buatmu Payah, Please Jangan Sampai Menyerah

Hidup ialah perjalanan sebentar. Saat sebelum sampai di titik akhir, ialah visi tiap manusia untuk dapat nikmati setiap jengkal perjalanannya. Untuk dapat jalani hidup dengan sebagus-baiknya, kita harus tentukan arah hidup dan mendapati maknanya.

“Apa sich arah kamu hidup di bumi ini?

Beberapa orang kemungkinan bisa menjawab beberapa pertanyaan di atas dengan oke. Tetapi cukup banyak juga yang ketidaktahuan mendapati jawabnya. Waktu raib arah atau arah hidup, lalu pilih berserah dan jalani sehari-harinya demikian saja. Walau sebenarnya,

“Hidup ‘katanya’ hanya sekali. Buat jadi itu bermakna, saat sebelum nantinya kamu mati…”

Terkadang, kita begitu repot dengar tanggapan atau asumsi seseorang sampai abai dalam diri sendiri. Kita makin tidak ingin dengar kata hati dan malas mengetahui — apa yang sesungguhnya jadi maunya diri. Bahkan juga, untuk dapat berhasil seperti seseorang, kita meremehkan kekhasan diri kita. Kita tidak baik manfaatkan keunggulan dan kebaikan yang sesungguhnya telah dipunyai.

Walau sebenarnya, tiap orang lahir berbekal berbentuk talenta dan kekuatan. Mereka yang pada akhirnya dapat berhasil ialah beberapa orang yang cermat manfaatkan talenta dan kekuatannya. Mereka punyai keyakinan mengagumkan jika keunggulan dan kekhasan yang dipunyai dapat mengantar dianya pada kehidupan yang lebih berbahagia dan memberikan kepuasan.

Di tengah-tengah kegiatan rutin yang sekarang kamu lalui, minimal sempatkan sedikit waktu untuk mencerminkan hidupmu. Merenungi tiap pekerjaan atau aktivitas yang kamu mainkan tiap hari. Apa yang kamu lakukan telah sesuai talenta, kekuatan dan renjanamu?

Hidup tanpa kepercayaan seperti berjalan dengan mata tertutup. Kamu memang mengambil langkah, tetapi langkahmu tidak punyai arah. Usahamu tidak dilaksanakan dengan oke dan selama-lamanya kamu akan rasakan ragu. Lagi menerka-nerka dalam hati apa opsi yang diambil telah pas atau malah salah.