Kalau Nggak Suka, Bilang Aja. Nggak Perlu Sok-sokan Iya Demi Menyenangkan Mereka

Pernah dengar atau bahkan juga terjebak dalam pembicaraan jenis ini? Tanpa ba-bi-bu, salah satunya rekan ajakmu untuk beli suatu hal.sebuah hal. Walau sebenarnya waktu itu kamu sedang hemat atau tidak mood untuk beli suatu hal.sebuah hal. Tetapi atas nama kebersamaan, pada akhirnya kamu terbujuk bujuk dan mengikhlaskan beberapa pundimu melayang-layang.

Di atas adalah salah satunya contoh dari salah kaprahnya standard gaul dan modern anak muda saat ini yang diukur dari style hidupnya. Mereka sering tergoda pada rutinitas kece dan bagus, tetapi bahkan juga esensinya apa saja mereka tidak memahami. Selfie atau mememfoto makanan saat sebelum makan misalkan, dapat nge-DJ yang dipandang lebih gaul dibandingkan dapat ngaji, update status di semua media sosial kemana saja kaki mengambil langkah, dan ada banyak bermacam tingkah. Jika kamu tidak senang ya ngomong tidak senang, tidak boleh maksa cuman untuk keberadaan semata. Bahkan kamu tidak tahu jati diri kamu yang sebenernya. Hiks!

Jika punyai teman mode ini, yaudah, kemauan selfie tidak usahlah kamu ajukan pertanyaan kembali. Minta dicamkan dibanding makan ati, selfie selalu betul! Komunitas pengunjung pameran seni mode seperti inilah yang terbanyak. Mereka yang rakus hasilkan banyak stock photo. Kemungkinan 65% dari keseluruhan semua pengunjung. Ciri-cirinya demikian gampang dilihat. Tiap stop di satu lukisan, mereka akan segera menyiagakan camera depan, dan cekrek, yihaa satu file photo baru juga penuhi memory hp.

Yang kaya ginilah yang berbuntut pada keriuhan galeri. Bagaimana hari esok seni? Seni tidak perlu selfie, tetapi animo. Mereka bahkan juga tidak ada kemauan cari tahu apa arti dibalik pembuatannya, membahasnya, dan lain-lain. Jika tidak ketarik mbok ya ngomong saja.