Angkat Dagu dan Kepalamu. Jangan Mau Hidup Menyesal Sepanjang Waktu

Ini hari udara panas berasa makin menggerakkan capek masuk di dalam pemikiran. Ada sesuatu hal yang tetap tampil berkali-kali, seakan hal tersebut tidak pengin berdamai dengan waktumu sekarang. Apalagi jika bukan penyesalan dari keputusan dan sikap yang dahulu kamu lalui. Semua itu telah berakhir jauh sekali, tetapi entahlah mengapa kamu masih ingin direpotkan dengan kedatangan penyesalan berulang-kali.

Ingin sampai kapan hidup berkalung penyesalan? Menunduk, mengais-ngais kekeliruan yang semestinya telah kamu proses jadi pelajaran. Ayolah, angkat kepalamu, bangun dari penyesalan dengan lihat dan hayati semua argumen ini. Janganlah sampai semua waktumu habis cuman untuk menyesal dan menyesal saja!

Nasi menjadi bubur, mengapa harus diangkan kembali jadi butir padi. Tidakkah lebih bagus kamu memberikannya bumbu, lengkapi dan mempercantinya dengan hal baru sampai pantas untuk dicicipi. Sama seperti dengan segala hal yang sudah lalu, mengandaikannya saat ini malah lagi membimbingmu ke masa lampau kembali dan kembali. Sedang di depanmu, telah ada hari esok yang menunggu. Hari esok yang menunggu ditapaki dengan segala hal baru seperti pertimbangan, keinginan atau mimpi.

Menyesali kekeliruan itu perlu, toh itu yang akan menolongmu untuk berbenah diri. Tetapi bukan bermakna penyesalan itu lagi kamu ratapi. Bukannya penyesalan malah membuat kamu ketahan di bayangan kekeliruan yang serupa. Tekankan ke diri kamu, waktu ini kamu harus maju mengatur diri. Ingat ke diri kamu, untuk tidak jadi keledaik yang juh pada lubang yang serupa. Penyesalan semestinya membuat kamu lebih awas dan introspeksi diri.

Satu kali lagi kamu peringatkan ke diri kamu. Hentikan penyesalan itu bukanlah hal yang susah. Malah, makin kamu terbenam kedalamnya, makin susah kekeliruan lalu bermetamorfosis jadi pelajaran baru. Sedang untuk selalu mengambil langkah di depan, kamu perlu bawa pelajaran selaku bekal. Umurmu juga masih begitu muda untuk jatuhkan diri pada rasa sesal. Periode depanmu semestinya masih panjang, dan bekal dipunya sekarang juga tidak akan habis sampai kamu betul-betul tiba di tujuan hidup yang utama.

Untukmu, Perempuan Muda yang Sedang Berjuang Menakhlukkan Perantauan

Mengelana bukan monopoli cowok-cowok saja. Jaman saat ini, cewek juga sangat wajar melakukan. Entahlah itu untuk tuntut pengetahuan dan memasangkan gelar ada di belakang nama, atau jemput peluang kerja.

Tidakkah peluang meningkatkan diri di perantauan juga memiliki hak kamu peroleh dan rasakan?

Memang berat berusaha di tanah rantau โ€” tetapi kamu punyai opsi kecuali mengusung tangan dan berserah pada kondisi.

Bila kamu sedang sedikit ragu pada perjuanganmu saat ini, kuatkan diri. Mudah-mudahan kamu dapat sedikit terobati yang Hipwee catat di bawah ini ๐Ÿ˜‰

Kamu dapat memercayakan diri kita

Opsi mengelana bukanlah hal yang gampang buat kamu. Tidak mudah untuk keluargamu. Mereka tentu pikirkan keselamatanmu, kamu juga bertanya apa kamu dapat nyaman di tanah rantau sana. Tetapi kamu sukses selanjutnya โ€” kamu memberikan keyakinan diri kamu sendiri dan mereka, jika kamu dapat.

Wanita tidak pantas disinonimkan dalam kata karakter kurang kuat. Pada kondisi, wanita sepertimu malah pilih untuk tidak ingin kalah.

Tidak boleh cemas!

Ingin cewek atau cowok, sesungguhnya semua anak perantau perlu jaga dirinya. Usaha untuk jaga diri juga tidak perlu terlalu berlebih. Kamu dapat mulai dengan pastikan situasi keadaan kostmu, aman atau mungkin tidak. Ingat umumnya wilayah kos itu sama dengan ramai. Sesudah kamu betul-betul dekat dan percaya dengan kondusi tempat tinggamu. Kamu mulai bisa memerhatikan lingkungan yang lain kerap didatangi, seperti universitas, rumah teman-temanmu, sampai sarana-fasilitas umum. Kecuali lingkungan, kamu masih perlu pastikan aktivitas setiap harimu ada pada lajur positif, baik yang dalam atau di luar universitas atau kantor.

Kalau 11 Pertanyaan Ini Sering Mampir, Pertanda Kamu Udah Masuk Sobat Overthinking

Overthinking ialah sikap seorang yang selalu pikirkan beberapa hal yang jauh di depan, beberapa hal yang tidak ada, dan beberapa hal yang telah berakhir. Keterangan simpelnya sich, orang yang umumnya mikir. Memang sich, kita harus memikir panjang saat sebelum lakukan suatu hal atau memutuskan. Tetapi jika memikir begitu panjang, sudah pasti akan bikin rugi diri kita. Kamu akan kesusahan mengambil langkah dan terus menerus resah sebab menganggap lakukan hal yang keliru.

Kecemasan dan proses penilaian diri kita perlu, sampai di batasan-batas tertentu. Tetapi, jika beberapa pertanyaan di bawah ini sering merasuk dalam benakmu, kemungkinan kamu memang kerap overthinking. Chill saja, semua tidak akan seburuk yang kamu pikirkan kok.

Memikir krisis dan tidak gampang yakin memang dibutuhkan untuk memeriksa ulangi gagasan yang lagi kita atur. Juga merenungkan apa yang telah dilaksanakan bermanfaat untuk menilai diri supaya bisa lebih bagus di muka kelak. Tetapi, overthinking akan membuat kamu cuman dapat menyaksikan yang jelek-jeleknya saja. Overthinking bisa juga membuat kamu bereaksi terlalu berlebih pada beberapa hal yang sesungguhnya tidak perlu.

Kegundahan yang diakibatkan dapat membuat kamu kurang konsentrasi dan serba salah lagi saat akan lakukan suatu hal.sebuah hal. Pemikiran yang parno dan penuh kecemasan itu bisa juga memberatkan depresi dan desakan yang kamu pikir hingga mencelakakan diri kamu sendiri. Ingat, kesehatan fisikmu tergantung pada kesehatan mentalmu lho. Jadi, yok belajar “rileks ja”.

Bila overthinking-mu dan kecemasan-kecemasan itu mulai mengusik, tidak boleh sangsi untuk cari kontribusi dari pakarnya ya. Kamu dapat ke psikiater atau mengontak instansi yang dapat menolongmu, misalkan Yayasan Sembuh. Tidak perlu malu, sebab ini semua untuk kebaikanmu sendiri. Semangat! ๐Ÿ™‚

Percayalah Sekarang Bukan Waktunya untuk Menyerah, Meski Hidup Berulang Kali Buatmu Payah

Mengakui saja berapakah kali kamu memikir jika hidup ini tidak adil benar-benar? Berapakah kali kamu berasa demikian geram dengan sajian semesta yang seakan tidak melihat perjuanganmu benar-benar? Berapakah kali kamu berasa demikian capek dan kurang kuat, hingga memikir tidak akan mampu bangun kembali keesokan hari? Kadang โ€ฆ hidup memang sejahat itu, kan?

Di satu titik, kamu cuman dapat duduk terpengkur di tepi jalan. Melihat hilir mudik seseorang, dan berasa iri karena mereka masih sebegitu semangat memburu apa saja yang lagi diharapkan. Sedang, langkahmu seperti tersingkir di sini. Kamu stop, untuk dapat bernapas, dan kumpulkan kembali beberapa puing hatimu yang berantakan. Semesta, mengapa harus seberat ini ujiannya?

Banyak yang ngomong jika kamu akan mengetahui makna suatu hal atau seorang sesudah seorang atau suatu hal itu pergi. Kamu tidak begitu. Ada beberapa hal yang telah kamu ketahui harga dalam hidupmu, dan pengin kamu jaga sebagus-baiknya. Semua langkah kamu coba untuk mengawasinya. Tetapi, sesudah semua usaha itu, tiba-tiba apa yang kamu menjaga sebagus-baiknya pergi, musnah, dan hancur demikian saja. Wafatkanmu dalam kekosongan dan hati tidak bernilai. Di mana kelirunya?

Telah lama kamu mengetahui jika manusia memanglah bukan makhluk yang dapat hidup sendiri. Membagi narasi dan rahasia dengan seorang dapat membuat hidupmu berasa lebih enteng. Tetapi, semua keyakinan itu koyak saat orang yang kamu cintai malah lakukan hal yang paling kamu kuatirkan: dikhianati. Bukan kasus rugi atas tindakannya, tetapi ada sesal dalam diri kamu sebab sudah memercayai orang yang keliru. Sesudah ini, kamu akan perlu saat yang panjang untuk dapat memercayai kembali.

8 Tanda Kamu Lelah Hati. Pantas Saja Cuti Berhari-hari tapi Rasanya Masih Tak Enak Sekali

Entahlah mengapa belakangan ini kamu berasa capek sekali. Habiskan 8 jam dengan kegiatan rutin weekday-mu, betul-betul habiskan energi. Datang di dalam rumah belum begitu malam, tetapi rasanya kamu tidak mampu lakukan apa-apa kembali. Akhir minggu juga kamu cuman tiduran di dalam rumah tanpa aktivitas yang bermakna. Anehnya, kamu masih berasa capek.

Rasa capek itu hal yang lumrah. Apa lagi jika lagi banyak aktivitas atau beberapa hal yang tuntut rutinitas fisik yang lain. Tetapi, tidak selama-lamanya yang capek itu fisik. Ada saatnya yang capek itu hatimu. Itu yang membuat kamu masih berasa capek walau kamu tidak lakukan suatu hal yang berat dan melelahkan. Lantas, apalagi pertanda kamu sedang capek hati? Banyak hal berikut dapat kamu mencuriga.

Di hari-harimu, terakhir emosimu gampang sekali tersulut. Beberapa hal kecil yang kamu dengar dan kamu saksikan, demikian cepat membuat kamu tersinggung dan memikir negatif pada segalanya. Temanmu pergi makan siang sendirian, membuat kamu berasa ditinggal. Walau sebenarnya kemungkinan kamu sedang repot dan temanmu tidak nikmat mengusik. Pokoknya, emosimu gampang sekali tersulut, terhitung dengan beberapa hal simpel yang kemungkinan awalnya biasa-biasa saja.

Kamu mulai menanyakan hidupmu tiap pagi, waktu bangun tidur. Aktivitas yang telah kamu kerjakan sejak dahulu, tiba-tiba kehilangan esensinya di matamu. Jalinan yang kamu lalui sekian tahun, tiba-tiba serba kabur di matamu. Kamu mulai bertanya apa yang sesungguhnya kamu kerjakan, apa yang kamu harapkan, sampai kapan terus akan ini, dan apa memang tetap harus ini?

Rasa “capek” itu mulai mengusik irama tidurmu. Umumnya, jika yang capek ialah fisik, kamu akan selekasnya pulas demikian badanmu sentuh kasur dan bantal. Tetapi kesempatan ini, kamu akan habiskan waktu beberapa jam tiduran. Memandang langit-langit kamar, terkadang dengarkan lagu dengan suara samar-samar, tetapi tidak lelap. Pikiranku demikian capek, tetapi ketika yang serupa memutar beberapa hal dan tidak juga ketiduran.

Alasan Sahih Kamu Perlu Ambil Jatah Cuti. Stop Merasa Nggak Enakan Lagi!

Untuk orang peka yang kerap tidak lebih enak, kasus ingin mengambil cuti juga bisa saja permasalahan besar. Pemikiran telah super jemu dan keinginan untuk berlibur sangat besar, tetapi rasanya kamu tidak nyaman untuk ajukan cuti. Argumennya bermacam, dimulai dari takut dipandang gabut sebab kerap cuti, enggan memberatkan seseorang dengan tanggung jawab pekerjaan, sampai tidak nikmat sebab atasan jarang-jarang cuti.

Walau sebenarnya ambil cuti untuk me-refresh pemikiran ialah satu keperluan lho. Bagaimana juga, badanmu perlu “pelarian” sesaat supaya masih sehat dan waras. Jadi, tidak boleh enggan-segan untuk ambil porsi cutimu ya. Jika kamu masih sangsi, coba pemikiran beberapa argumen di bawah ini untuk tidak malu ambil porsi cuti.

Saat tanda-tangani kontrak dahulu, pasti kamu ingat beberapa aturan yang mengulas mengenai cuti. Umumnya, pegawai yang telah penuhi persyaratan mempunyai porsi cuti alias paid leave beberapa hari yang dapat diambil dalam setahun. Ketetapan itu tentunya telah didasari dengan bermacam alasan kan? Jadi, tidak ada yang keliru dengan ambil porsi cuti yang kamu punyai. Kamu tidak melanggar ketentuan dan tidak bikin rugi siapa saja kok.

“Cuti mulu? Malas sekali sich lo?”

Kemungkinan ini yang membuat kamu sedikit sangsi untuk ambil cuti. Apa lagi jika bulan awalnya telah ambil cuti. Tetapi kembali lagi kembali pada ketentuan yang ada. Umumnya, tiap kantor mempunyai ketentuan mengenai periode waktu ambil cuti. Seumpama telah seperti, mengapa harus sangsi? Kasus dipandang malas, yang perlu tugasmu kelar kan? Toh, tidak ada yang mengetahui mengenai bagaimana kamu lembur bekerja di luar jam untuk mengakhiri tanggung jawabmu.

7 Keistimewaan Ini Cuma Kamu yang Punya, Cewek Berpenampilan Sederhana dan Biasa Aja

Sering tampil simpel, seperti cuman menggunakan kaos dan celana jeans, membuat kamu kurang percaya diri dan rendah diri. Ingat umumnya cewek saat ini berpembawaan lebih fashionable. Celana kulot, long sleeve turtle neck, sampai midi skirt dan deretan baju fashionable yang lain juga sesungguhnya kamu tidak ketahui. Tetapi kamu pilih tampil simpel saja dengan argumen kenyamanan. Sering penampilanmu yang simpel itu yang membuat beberapa orang di seputar melihatmu mata sebelah. Dan kamu juga jadi tidak optimis dibikinnya.

Sesungguhnya jika kamu cuman dengan modal kaos dan jeans kemanapun itu boleh-boleh saja. Ingat jadi cewek performa simpel benar-benar tidak ada kelirunya. Malah dengan performa simpel dan berkesan apa yang ada itu, kamu dapat mendapatkan 7 kelebihan ini. Kelebihan yang cuman kamu peroleh, cewek yang selalu berpembawaan simpel dan apa yang ada.

Jadi cewek yang bernampilan simpel, kemungkinan kamu cuman dekat dengan kaos, baju kotak-kotak, jaket, dan celana jeans saja. Hal itu seringkali membuat kamu berasa rendah diri. Sesungguhnya, tidak perlu kembali berasa rendah diri sebab kamu berpembawaan simpel. Sebab stylemu yang simpel itu, kamu menjadi diri kita. Kamu tidak perlu pusing-pusing untuk tirukan style seseorang, yang ucapnya lebih modis dan modern itu, cuman untuk dapat diterima teman-temanmu.

Penampilan luarmu yang condong biasa saja, jadikan beberapa orang lebih menyaksikan apa yang ada pada diri kamu. Kekuatan dan kekuatanmu lah yang mereka pertimbangkan, bukan sebatas dandanan atau baju semata-mata. Meskipun tidak jarang-jarang cowok-cowok seringkali melewatkanmu sebab “biasa saja” dibanding cewek stylish yang lain, tetapi kamu tidak jadi masalah. Toh, saat ini yang kamu perlukan ialah mempunyai rekan-rekan dan teman dekat dekat yang menerimamu apa yang ada โ€˜kan?

Pada Akhirnya Saya Putuskan ke Psikolog. Saya Tidak Gila Meski juga Tidak Baik-baik Saja

Tidak berasa tahun ini akan menyaksikan ujungnya. Menyaksikan jauh ke belakang, kesehatan psikis jadi salah satunya rumor yang paling berkembang. Apa lagi pada tahun ini benar-benar berjalan tidak gampang. Wabah, banyak penghentian hubungan kerja sampai kita yang diminta diam di dalam rumah saja.

Di lain sisi, pada tahun 2020 ini kesadaran akan kesehatan psikis mulai bertambah. Film Joker yang keluarkan tahun kemarin ikut menyadarkan warga jika stres dan penyakit psikis yang lain bukanlah hal yang dapat dipandang remeh. Film ini bercerita bagamana penghinaan ambil peranan teramat besar dalam satu penyakit psikis. Searah dengan itu, riset yang saya baca ini hari mengatakan jika 1 dari 20 remaja di Indonesia berkemauan akhiri hidupnya sendiri, dan penghinaan jadi salah satunya pemicunya.

Lalu dari dunia musik, tahun ini album Mantra-Mantra punya Kunto Aji yang dikeluarkan tahun 2018 dikukuhkan selaku Album Terhebat-Terbaik pada gelaran Karunia Musik Indonesia 2019. Beberapa lagu dalam album ini betul-betul menjadi mantra untuk lebih tabah dan tenang dalam hadapi bermacam tragedi yang kemungkinan berlangsung. Melalui lagu-lagunya, Kunto ajak kita pahami jika kegundahan, duka cita, kehilangan, ketidaktahuan, ialah beberapa hal yang penting dianggap keberadaannya. Salah satunya, lagu Istirahat ialah yang paling saya gemari. Karena, lagu itu dapat jadi obat saat saya betul-betul tidak tahu apakah yang harus dilaksanakan kecuali menangis sesenggukan. Kunto seakan menepuk bahu dan berbicara: nangis saja dahulu tidak apa-apa, semua akan baik saja.

Berbicara masalah kesehatan psikis, saya yakin tiap orang hadapi permasalahan yang lain. Tiap orang mempunyai ketakutan yang lain. Saya sempat juga benar-benar mencemaskan kewarasan saya sendiri. Rasa cemas dan ketakutan yang menakutkan itu pernah saya rasakan sampai selanjutnya saya memilih untuk diskusi pada psikiater.

7 Cobaan yang Pasti Dirasakan Para Perantau Pertama Kali. Sulit tapi Dirimu Ditempa dari Sini

Banyak orang memandang anak rantau itu sama dengan individu yang berwatak kuat. Tidaklah aneh orang kerap berdecak takjub waktu tahu kamu satu dari beberapa orang yang tinggal jauh dari keluarga dan desa halaman. Apa lagi sebagian orang ada yang berpikir hidup jauh dari keluarga memberikan kebebasan seutuhnya. Kamu tidak terlilit dengan ketentuan yang ada di dalam rumah, untukmu dapat lakukan apa saja yang diri kamu ingin.

Tetapi sayang, tidak banyak yang mengetahui jika dibalik perantauan yang ucapnya bagus dan asyik ini ada beberapa duka alias masalah yang perlu ditemui dan ditempuh. Masalah yang terkadang membuat kamu sang perantau iri sama orang yang dapat tinggal di kota yang serupa bersama orangtua sampai usia yang lebih dari seperempat era ini. Terkadang ada juga rasa-rasa pengin akhiri periode perantauan dan kembali pada orang tua.

Waktu tinggal bersama orangtua, kamu tidak perlu turut cemas masalah materi. Tetapi tinggal di tanah rantau, uang yang ngepas malah jadi masalah kerap tampil tiap waktunya. Umumnya ini berlangsung di tengah sampai bulan akhir. Secara di saat-saat itu uang bulanan mulai tipis karena pola hidup awalnya bulan yang serupa sama orang kaya baru. Beli apa saja atau jalanan ke mana saja tanpa memikir panjang. Ada pula yang mengelana bermodalkan bulanan ngepas.

Tetapi apa saja penyebabnya, keadaan uang yang ngepas ini menjadi evaluasi yang bagus untuk mengendalikan pengeluaran. Waktu belanja kamu menjadi lebih patuh dengan daftar berbelanja yang telah dibikin. Makan setiap hari jika tidak masak sendiri, kamu pilih menu yang sehat tetapi harga dapat dijangkau. Sedang kepentingan lain kamu pisah dan mengatur kembali, seperti aktivitas kongkow atau jalan dengan rekan-rekan. Terkadang kamu tidak enggan-segan cari uang tambahan baik melalui bekerja part time, freelancer sampai usaha skala kecil.

Kerja Secukupnya Aja! Waktu Habis karena Sibuk Kerja Tak Selalu Berarti Kamu Sukses dan Cepat Kaya

Kata orang kerja seperlunya saja. Tetapi buatmu malah kebalikannya. Pergi pagi-pagi, lembur sampai larut malam. Terkadang sampai tidak pulang. Jam kerja super padat, sampai terkadang lupa makan siang. Akhir minggu yang semestinya menjadi saat istirahat juga telah tidak dapat berperan seharusnya. Hidup dan waktumu habis untuk bekerja.

Sepintas nampak bagus jadi orang yang super repot dan punyai banyak kepentingan. Tetapi, yang nampak super repot kenyataannya belum pasti berhasil dan cepat kaya. Malah kerja yang terlalu berlebih sampai lupakan beberapa hal malah akan membuat kamu kehilangan peluang untuk berhasil dan kaya. Mengapa? Sebab banyak hal ini lepas kamu pikir.

Mengapa kamu super repot dan pekerjaan yang seakan tanpa habis, dapat bermakna sebab banyak hal. Mungkin tugasmu memang kebanyakan hingga melewati batasan kekuatan. Juga bisa, kamu belum mendapati skema kerja yang efisien, hingga untuk mengakhiri satu pekerjaan perlu waktu lama. Atau kamu belum punyai manajemen saat yang bagus, hingga kewalahan dalam mengakhiri pekerjaan. Selanjutnya pekerjaan menimbun dan membuat kamu tetap harus bekerja di luar jam kerja.

Untuk pekerjaan usai on time sampai skip makan siang. Sekali 2x masih dimaklumi, tetapi makin kerap kamu melakukan, makin kamu sendiri yang rugi. Skema makan yang amburadul tentu saja berpengaruh jelek untuk kesehatanmu, dan kamu juga harus ke dokter untuk berobat. Ongkos yang semestinya ditabung atau dibelanjakan untuk hal-hal lain, jadi terpakai untuk dana kesehatan yang pasti tidak kecil. Jika sudah ini, masih ingin kerja terus menerus sampai lupa mengurusi diri kita kembali?

error: Content is protected !!