Saat Punya Pekerjaan tapi Masih Saja Diremehkan, 5 Hal Ini Pasti Khatam Dirasakan

Pada akhirnya kamu sukses lulus dari kursi kuliah dengan proses yang tidak gampang. Tidak bingung waktu usai menamatkan pengajaran di kampus kamu jadi benar-benar senang sebab tidak rasakan pekerjaan menimbun dan ujian kembali. Tetapi, dunia baru telah menunggu dan kamu akan jalani set baru yang sebenarnya cukup menakutkan. Banyak yang ngomong sich seperti apakah kehidupan sesungguhnya selaku manusia akan kamu alami saat lulus dan mulai bekerja.

Set baru ini berasa kamu susah lalui waktu tidak ada suport dari orang paling dekat. Keinginan orang-tua, saudara, dan rekan yang pengin tugasmu lebih bagus dari saat ini jadi seperti beban. Walau sebenarnya, kamu mempunyai harapan yang bisa diraih dengan mengawali dari statusmu sekarang ini. Atau tugasmu saat ini cuma untuk awalnya sekalian menanti dream job kamu sebenarnya terwujud. Mudah-mudahan kamu tidak jemu dan dapat jalani hari dengan sebagus-baiknya bersama 5 hal di bawah ini yang kamu alami – telah bekerja, tetapi disepelekan.

Berhati-hati ya di jalan. Janganlah lupa tebar CV agar kamu bisa kerjaan yang lebih baik.

Atau,

Kelak pulang cepat saja, upah kamu ‘kan kecil.

Seperti pegawai biasanya, saat pergi kerja diri kamu selalu harus semangat supaya saat di kantor bisa produktif. Sayang, hal tersebut dapat lenyap demikian saja saat dengar ejekan dari orang-tua yang melepaskan kepergianmu pergi kerja.

Semangat yang telah kamu mengumpulkan semenjak bangun tidur langsung melembek dan ditukar sama rasa lemas yang menyelimutinya diri. Ini juga punya pengaruh pada performamu di kantor. Kamu jadi tidak semangat dan lemas dalam bekerja.

Bu, ini hari team saya sukses dikukuhkan selaku seksi terhebat dong.

Oh iya? Bisa hadiah apa?

Ya cukup barusan bisa gratis makan-makan di restaurant.

Halah makan-makan doang.

Siapakah yang tidak suka saat sukses naik kedudukan atau berprestasi di kantor? Walau kamu tidak cinta dengan pekerjaan atau kantormu, sekurang-kurangnya kamu akan cukup suka waktu hal tersebut berlangsung. Kamu menjadi lebih semangat bekerja dengan status baru dan prestasi yang kamu peroleh.

Waktunya Bodo Amat Saat Dianggap Telat Menikah Gara-gara 6 Hal Ini. Bikin Kesal, Asli!

Untuk beberapa orang, menikah itu mimpi. Tidak kecuali kamu. Tetapi setiap orang mempunyai keberuntungannya semasing. Ada yang dipermudahkan Tuhan mendapati jodohnya dengan selekasnya, ada yang perlu menanti lebih dulu. Dan tidak seluruh orang yang ucapnya “terlambat menikah” sebab belum mendapati pasangan, sebab ada pula yang pilih menundanya.

Tunda tidak untuk menikah lebih dulu bukan lah kejahatan, seandainya 6 argumen berikut yang ada dibalik niatmu untuk menangguhkan menikah lebih dulu. Sebab sebenarnya, memang setiap orang mempunyai persiapan dan waktunya sendiri-sendiri. Kerjakan apa yang menjadi kemauanmu sekarang, tanpa perlu pikirkan ketakutan menikah di umur yang terlalu masak. Toh kamu pasti menikah, pas ketika waktunya.

Pilih tidak untuk menikah lebih dahulu dengan argumen pengin menjalankan keharusan menyenangkan orangtua, ialah hal yang pantas buat kamu kerjakan. Karena lebih bagus menyenangkan orang yang banyak berkorban untuk kita, saat sebelum kita memilih untuk menyenangkan pasangan dan diri kita. Satu argumen simpel tetapi demikian susah sampai harus mempertaruhkan beberapa hal.

Tetapi kamu tidak boleh gentar, pilih tunda pernikahan saat sebelum kemauan menyenangkan orangtua terwujud ialah yang pantas untuk diperjuangkan. Sebab jodoh yang bagus akan pahami hal tersebut. Jodoh yang bagus akan setia menanti bahkan juga tidak enggan menolongmu merealisasikan kemauanmu.

Sebagian orang kemungkinan mencelamu yang mempunyai argumen ini untuk tunda perniakahan. Mereka berasumsi jika memang rejeki tetap dapat dicari sekalinya telah menikah. Menikah memang bukan kendala untuk tetap bekerja, tetapi mempunyai tabungan untuk membuat satu rumah tangga yang tidak sebatas penuh cinta tetapi juga aman sampai hari tua, sebaiknya disiapkan semenjak kamu masih terbilang muda tentu saja.

Masih Sendiri di Umur 25 Memang Tak Mudah Dijalani, tapi 5 Hal Ini Setidaknya Buatmu Berbesar Hati

Banyak orang berasumsi, 25 tahun itu usia masak untuk masalah mempunyai pasangan. Bahkan juga untuk cewek, 25-an ini menjadi usia emas untuk mengawali berumah tangga. Misalnya, teman-temanmu sendiri banyak yang memiliki anak. Sesaat kamu, kekasih saja belum punyai. Ditambahkan lagi, pertanyaan kapan nikah, kapan nyusul atau pasangannya mana telah sering tiba suka-suka. Membuat kamu menarik napas dalam-dalam sekalian meredam gaungs sendiri.

Bagaimana tidak gaungs jika terkadang rasa sedih dan malu tiba bertepatan. Kamu sedih dengan diri kamu sendiri yang seakan tidak becus cari pasangan. Sedang waktu bertemu sama orang lain ada rasa malu yang tidak dapat diri kamu jauhi. Walau sebenarnya jika ingin dipikir ulangi, di usia 25-an ini semestinya kamu bisa rileks menyikapi semuanya. Minimal ada banyak argumen ini yang bisa saja penguat diri kamu, jika jomblo di usia 25 bukan satu ketidakberhasilan.

Kecuali jadi prestasi tertentu, menikah di usia muda memang memberikan sejumlah keuntungan, diantaranya ya kepentingan mempunyai anak. Minimal umurmu tidak akan jauh terpaut sekali dengan beberapa anak kalian. Membuat kamu punyai semakin banyak waktu produktif untuk menuntun perubahan mereka. Tetapi menikah atau punyai pasangan pas di usia 25-an sendiri bukan satu kewajiban yang tidak dapat terganggu tuntut. Tidak ada ancamannya kalaulah kamu terlambat sampai beberapa bulan bahkan juga satu atau 2 tahun setelah itu.

Sebab mempunyai pasangan itu bukan seperti memperoleh KTP yang tidak perlu banyak alasan. Mempunyai pasangan mewajibkanmu melalui proses yang lumayan panjang. Dimulai dari membenahi kualitas diri, buka pertemanan dengan lingkungan yang pas, s/d cari figur apakah yang untukmu nyaman. Dan proses semacam itu yang terkadang harus berjalan tidak cuman dalam perhitungan bulan tetapi juga tahun.

Kebaikan Si Melankolis, Sensitif dan Gampang Nangis yang Buatnya Jadi Sosok Kuat dalam Hidup

Kamu yang gampang sekali menangis tentu sudah tidak terkejut jika disebut payah lah, melembek lah, bahkan juga lebay. Tangismu dipandang cerminan diri kamu yang tidak dapat tabah. Terkadang dipandang selaku wujud dari mencari muka dan belas kasih kesemua orang di seputar. Walau sebenarnya kamu menangis murni sebab tidak dapat meredam hati haru dalam diri kamu ini. Kamu menangis sebab banyak argumen dan tidak selalu harus berduka. Terkadang begitu berbahagia juga kamu menangis, begitupula waktu berasa takut atau sebatas cemas.

Tetapi yang jelas kamu sang melankolis, peka dan gampang menangis tidak selemah penilaian orang. Malah kamu bisa lebih bagus secara psikis dari mereka yang menilaimu. Sebab dibalik hati tenang sesudah menangis, beberapa kebaikan berikut yang sembunyi-sembunyi didapatkan oleh psikismu.

Ketika orang berasumsi, menangis sisi dari kekurangan. Ilmu dan pengetahuan malah menunjukkan bila menangis ialah katarsis atau proses kelegaan emosionalmu sesudah alami ketegangan. Sesaat air matamu sendiri itu satu therapy. Ditunjukkan kembali dengan penemuan pakar biokimia tiga puluh tahun lalu, jika air mata emosional bawa semakin banyak protein, dibanding sama air mata yang keluar waktu kamu menggunting bawang. Disana memperlihatkan ada perombakan dalam badanmu tidak cuman fisiologis tetapi juga psikis.

Seorang periset psikiater Alex Goetz yang pendiri General Health Inc, menjelaskan Air matamu ini bawa arah penting. Karena air mata emosional yang tercurah waktu hati wangiu begitu dalam, juga membuat hormon depresi dari pada diri turut keluar. Coba dikenang kembali, begitu lega hatimu sesudah diri kamu menangis sampai sesenggukan. Tidakkah pikiranmu juga jadi lebih enteng sesudahnya?!

Sedang menangis malah memberikan peluang diri kamu untuk lebih kuat dan lebih berani kembali. Tidak cuman berani hadapi permasalahan, tetapi juga merengkuh emosimu sendiri. Misalkan saja berduka selaku tersisa metabolisme yang bila dikeluarkan automatis membuat badanmu lebih sehat.

8 Resep yang Seringnya Kita Lupa, dalam Sebuah Perjalanan Menciptakan Bahagia

Hidup memang tidak selamanya berjalan mulus. Walau uang di dompetmu ada selalu dan isi rekening tabunganmu juga selalu terbangun, kamu mungkin kerap berasa kekurangan. Walau kamu telah mempunyai pasangan selaku tempat menceritakan, menanyakan, dan berkeluh kesah, kamu sering dilanda kesepian.

Lantas sesungguhnya apa yang kurang? Apa yang sejauh ini kemungkinan lalai kamu kerjakan?

Nah, berikut ini, Hipwee akan memberi 8 resep berbahagia yang kemungkinan tidak pernah kamu pikir. Apa sajakah? Baca baik ya.

Makin banyak harta, makin berbahagia! Ah, apakah benar? Memang, dengan uang kamu dapat memperoleh apa yang kamu harapkan. Tetapi apa kamu akan berbahagia cukup dengan memperoleh apa yang kamu harapkan? Pakaian baru, game baru, gawai baru-sesempit itu arti berbahagia?

Kamu dapat berbahagia bila kamu usaha membuat bertambah jiwa. Bila kamu memang punyai uang, mengapa tidak memakainya untuk menambahkan hubungan dan merajut jalinan sama orang lain? Pakai uangmu untuk sering-sering berkunjung beberapa orang yang kau sayangi. Bila kamu dapat menyisihkan uang lebih, kenapa tidak memakainya untuk menolong seseorang? Berbahagia yang mereka alami bisa membuat kamu semakin tenang.

Tiap orang punyai kesusahan hidup. Tiap orang harus berusaha untuk dapat bertahan. Saat kamu sedang berada di bawah, seseorang juga pernah rasakan hal sama. Kemungkinan kamu tidak mengetahuinya, tetapi itu karena hanya mereka pintar sembunyikannya.

Untuk berbahagia, hidupmu tidak selalu harus bebas permasalahan. Hidup yang bebas permasalahan itu utopia, mustahil diwujudkankan dan tidak pernah ada. Yang lebih bernilai ialah kamu dapat stop. Stop memperbandingkan hidup seseorang dengan hidupmu sendiri. Berikan diri kamu sendiri sedikit privacy dengan tidak biarkan hidup seseorang “memengaruhi” hidupmu. Cuman dengan demikian, kamu akan menggenggam penuh kendalian atas hidupmu sendiri.

Alasan di Balik Mereka yang Jarang Pamer di Sosmed, Hidupnya Justru Lebih Sukses dan Bahagia

Untuk beberapa kamu, sosial media kemungkinan tidak ubahnya buku diari. Apa saja yang sedang kamu pikir dan alami tidak enggan kamu untuk di situs media sosialmu. Seperti menjadi suatu hal yang wajar pada saat perolehan dan kemesraan dengan pasangan diberitakan di sosial media. Bukan suatu hal yang penting diperkarakan memang. Tetapi, akan beralih menjadi suatu hal yang menjengkelkan mana saat kamu menempatkan diri selaku orang yang lain membacanya. Pikirkan, saat kamu buka baris masamu, mendadak dipenuhi oleh posting orang yang lain bersuara ekspos perolehan atau umbar kemesraan dengan pasangan. Langsung, kamu akan bersungut-sungut dengan ngomong iuh.. Atau apaan sich..

Di tengah-tengah jumlahnya orang yang hoby mengupload suatu hal bersuara ekspos yang menjengkelkan itu, kenyataannya masihlah ada sedikit orang yang pilih untuk mengupload suatu hal yang berguna di sosial media. Mereka yang malas untuk ekspos di baris periode. Tetapi, walau berkesan jarang-jarang share perolehan atau kebersama-samaan dengan pasangan, bukan bermakna mereka tidak punyai prestasi atau kebahagiaan yang dapat dipisah. Dibalik heningnya baris periode mereka, sesungguhnya mereka punyai kehidupan yang lebih berhasil dan berbahagia dibanding mereka yang bising di sosial media.

Di tengah-tengah jumlahnya orang yang narsis, kenyataannya masihlah ada sedikit orang yang malas ekspos di baris periode mereka. Untuk mereka, semua perolehan cukup dipisah pada beberapa orang paling dekat. Peristiwa yang menyenangkan juga tidak selalu harus di-publish di baris periode mereka. Prestasi atau kebersama-samaan dengan rekan dan pasangan tidak harus setiap saat di tulis ke baris periode mereka. Tetapi, photo mereka sendiri kerap ada di instagram rekan-rekan mereka, walau mereka tidak menguploadnya. Walau berkesan tertutup, kenyataannya dibalik itu mereka punyai kehidupan yang berbahagia dan punyai banyak rekan.

Di jaman yang serba digital ini, beberapa orang yang suka untuk upload apa saja ke sosial media mereka. Terhitung aktivitas traveling mereka. Tidak jadi masalah memang, karenanya jadi hal siapa. Tetapi, beralih menjadi suatu hal yang menjengkelkan pada saat posting photo traveling itu dibarengi dengan caption yang bersuara ekspos seperti

Mau Cowok atau Cewek, Sesekali Menangis itu Nggak Apa-apa. Toh Kamu Ini Manusia Biasa

Permasalahan tiba tidak cuma sekali 2x, bahkan juga permasalahan yang belum teratasi umumnya permasalahan lain tiba terus-menerus. Rasanya hati dan pemikiran telah tidak dapat kembali meredam rasa berduka, kalut dan geram. Ada saatnya pengin menangis, di sisi lain menangisi permasalahan bukan jadi jalan keluar yang bagus. Tetapi mengapa ada orang yang dengan gagahnya larang kita untuk menangis, memilihkannya beberapa pilihan yang kita kira “omong kosong” semata. Jika kita dapat menangis, dan harus menangis, mengapa tidak?

Menangis bukan kasus cengeng atau tidak idealis, ini hal hati dan hati, dan cuman yang rasakan kesakitanlah yang berkuasa atas dirinya. Dalam soal apa saja saat menangis dibutuhkan, tidak jadi permasalahan. Batasnya ialah sering menangis bukan langkah yang pas hadapi tiap permasalahan. Saat kita perlu istirahat, menyampingkan sesaat egoisme dan melepaskan kedok senyuman simpul itu, menangislah dalam arif dan khusyuk. Baca yok argumen yang arif buat menangis agar seseorang memahami kesakitan kita itu bukan main, kita perlu istirahat!

Bukan cengeng! Tidak ada yang keliru dengan menangis asal tidak selalu mengenai minta bantuan atau merendahkan diri kita, apa lagi menyumpah nikmat Tuhan. Terkadang stress sebab banyak permasalahan atau pekerjaan yang perlu dituntaskan tidak akan menjumpai jalan keluar jika lagi dipikir. Dengan menangis, semua beban yang merintangi jalan memikir itu makin lama akan lunak dan raib.

Berlaku seakan sarat dengan keteguhan malahan menggeretmu dalam kesakitan yang berlipat ganda. Menangis dan mengeluhi nasib yang lagi jauh dari peruntungan malah bawa kita pada kejujuran hati, melepas kemelut dan pada akhirnya kelegaan hati lah yang membuat rasa sukur itu tercipta kembali, penyesalan juga hancur.

Dilema Umur 25+, Ketika Teman-temanmu Sudah Berkeluarga Sementara Jodohmu Entah di Mana

Entahlah mengapa kamu berasa belakangan ini sangat banyak undangan pernikahan dari rekan-rekan sepermainan. Rekan yang dahulu lakukan hal menggila dengan kamu, dari absen berjamaah, nginep di dalam rumah rekan sampai membuat gagasan berlibur. Eh, saat ini mereka sudah jadi manten, bahkan juga tidak sedikit dari mereka yang sudah pada gendong anak. Jadi, ayah atau ibu muda.

Percakapan mereka juga sudah berbeda. Tidak lagi masalah berlibur, jalan bersama, kapan nyalon, atau memburu barang diskonan. Mereka mulai terlibat perbincangan masalah resep olahan untuk suami, jadi orangtua, dan kasus rumah tangga yang lain. Saat itu juga kamu mulai berasa tersingkir sekalian tidak lagi sisi dari perbincangan.

Sekian tahun lalu, bayang-bayangmu mengenai pernikahan ialah suatu hal masihlah jauh untuk dicapai. Untuk kamu yang perlu ialah berhasil raih mimpi dan menyenangkan orang-tua. Tetapi, tiba-tiba ketenangan hidupmu terbuncang saat mengetahui jika teman dekat sepermainanmu telah bertukar peranan jadi istri dan ibu rumah-tangga. Bukanlah iri, kamu hanya ingin tahu saja. Jodohmu sesungguhnya sedang nyangkut di mana?

Melly: Duh, kurang lebih cemilan apa ya yang pas buat bayi seumuran 8-9 bulan begitu?

Dina: Jika waktu anak sulung, seinget gue sich, gue buatkan puree buah begitu.

Dila: Nah, iya! Puree buah.

Rahma: Anjuran gue sich, biskuit bayi saja. Jika lo tidak mau repot.

Kamu: (membatin dalam hati) Elah, jodoh saja belum terlihat, sudah obrolin makanan bayi saja.

Oke, kamu memahami sekali jika ngobrolin masalah parenting itu tidak harus menanti untuk menikah dahulu. Tetapi pada keadaan di mana kamu masih sendiri, dengar percakapan ala-ala pengantin baru dan ibu muda dapat membuat kupingmu panas. Akhirnya kamu hanya dapat duduk diam dan tidak tahu ingin turut menerpali apa.

Yeay! Kamu jadi bebas meningkatkan diri… lewat favim.com

Untuk Kamu yang Hari Ini Bertambah Usia, Ucapkanlah Syukur Atas Segala Karunia

Ulang tahun tidak cuma peristiwa perayaan pertambahan umur. Tidak cuma hari spesial sebab kita jadi fokus perhatian, mendapatkan banyak perkataan sampai (kemungkinan) terima bermacam rupa bungkusan. Banyak argumen yang dapat kamu uraikan jika kamu manusia yang paling untung sebab sukses menjejaki umurmu yang ke demikian.

Sadarkah begitu kamu dikasih hidup semakin lama oleh Yang Maha Kuasa? Untuk satu kali lagi berproses jadi dewasa sambil nikmati semua ciptaanNya yang berada di semesta.

Ini hari umurmu makin bertambah satu tahun kembali. Selamat ulang tahun, individu yang tetap usaha membenahi diri…

Tidak putus-putusnya mengucapkan sukur pada hari ulangi tahunmu semestinya harus kamu kerjakan. Rasakan begitu karena yang kamu terima benar-benar pantas dirayakan. Si Pembuat demikian pemurah sebab kamu dikasih demikian warsa untuk nikmati semua ciptaanNya. Ya, kamu pantas berbangga dan mengucapkan syukur sebab tidak seluruh orang mempunyai kesehatan yang prima dan melalui waktu periode sama banyak sama seperti yang sudah kamu lewati seperti saat ini.

Mengetahui begitu barokahnya benar-benar besar padaMu, apa masih kamu menuntutnya ini itu? Tidakkah udara yang dapat kamu hela dan indra yang bekerja secara prima adalah hadiah paling indah yang tidak terhitung? Bukannya bersusah hati sebab umurmu yang semakin menua, lebih arif bila kamu mengucapkan syukur saja. Berikut peluangmu untuk rasakan keelokan semesta alam dan semua didalamnya semakin lama.

Kecuali mensyukuri jika kamu bisa bernafas sampai ini hari, sudah pernahkah kamu hitung berapa banyak rahmat karunia yang kamu terima sampai detik ini? Mulai dari kamu buka mata menyaksikan dunia sampai umurmu saat ini yang kemungkinan telah mencapai kepala dua. Segarkan kembali pikiranmu begitu beberapa hal yang telah kamu bisa.

Kemungkinan memang kamu bukan orang yang mempunyai segala hal. Yang dapat bebas foya-foya dan habiskan uang untuk hal yang di rasa kurang perlu, tetapi minimal tidakkah hidupmu berkecukupan? Kamu mempunyai tempat berlindung nyaman, dapat isi perut dan tidak kelaparan. Mungkin saja kamu bukan pria atau wanita dengan wajah yang spesial. Tapi tidakkah semua indra yang kamu terima dapat bekerja seperti mestinya?

Catatan untuk Diriku yang Tak Seelok Gadis di Layar Kaca. Percayalah Kamu juga Istimewa

Saya memahami kita ini mempunyai hati memiliki volume kecil yang entahlah kenapa susah sekali menyimpan rasa yakin pada raga sendiri. Sering kali ada pemikiran jelek dan rendah diri yang berjubalan menanti untuk diolah. Yang selanjutnya cuman akan memunculkan tumpukan rasa sedih dalam diri ini.

Karena itu, menyengaja kutuliskan catatan simpel ini untukmu, diriku sendiri. Kamu dapat membacanya kembali dan kembali saat rasa optimis yang kamu punyai mulai tergerus dan tipis. Dan mungkin saja catatan kecil ini sanggup temani saat kamu sedang demikian capek dibantai kondisi dan pengin kembali dikuatkan.

Memang kita tidak tercipta dengan kecantikan mengagumkan bak tuan puteri di buku narasi. Kaki-kaki yang kita punyai juga tidak sejenjang dan seputih beberapa mode yang umum kita lihat di monitor kaca. Begitupun dengan badan yang membingkai raga ini. Tidak ada lekukan ala-ala gitar spanyol seperti yang umum orang deskripsikan akan badan prima seorang wanita. Bila tidak begitu kurus kita malah kerap kelebihan timbunan lemak yang malas bersembunyi di bawah pakaian.

Saya memahami benar bagaimana rasa iri tanpa suara kerap menyelusup masuk, yang selanjutnya dituruti dengan rasa rendah diri yang pilih untuk duduk diam diri dalam lipatan hati. Ah, jika sudah ini, kamu dan saya, kita, tentu suka sekali menyesali kondisi diri. Menyesali muka kita yang tidak secantik mode sabun muka, atau raibnya rasa optimis sebab kulit yang tidak putih dan mulus seperti pantat bayi.

Diriku, tahukah kamu, repot sedih dan mengeluhi nasib diri tidak mempermudah langkahmu menjejaki jalan ke hari esok. Oleh sebab hal itu, beban yang menggelayuti kakimu ini hari dan keesokan hari akan semakin makin bertambah berat.

Rasa rendah diri memang sering melawat, ia selalu memaksakan masuk tanpa izin. Ia yang membuat optimis tergerus dan pilih pergi entahlah ke mana. Ya, jika sudah ini, kita selanjutnya repot bermuram diri dan tersuruk sendiri. Berasa hidup ini tidak adil dan berasa diri ini banyak minimnya dan tidak berasa berbahagia.

error: Content is protected !!