Catatan untuk Diriku yang Tak Seelok Gadis di Layar Kaca. Percayalah Kamu juga Istimewa

Saya memahami kita ini mempunyai hati memiliki volume kecil yang entahlah kenapa susah sekali menyimpan rasa yakin pada raga sendiri. Sering kali ada pemikiran jelek dan rendah diri yang berjubalan menanti untuk diolah. Yang selanjutnya cuman akan memunculkan tumpukan rasa sedih dalam diri ini.

Karena itu, menyengaja kutuliskan catatan simpel ini untukmu, diriku sendiri. Kamu dapat membacanya kembali dan kembali saat rasa optimis yang kamu punyai mulai tergerus dan tipis. Dan mungkin saja catatan kecil ini sanggup temani saat kamu sedang demikian capek dibantai kondisi dan pengin kembali dikuatkan.

Memang kita tidak tercipta dengan kecantikan mengagumkan bak tuan puteri di buku narasi. Kaki-kaki yang kita punyai juga tidak sejenjang dan seputih beberapa mode yang umum kita lihat di monitor kaca. Begitupun dengan badan yang membingkai raga ini. Tidak ada lekukan ala-ala gitar spanyol seperti yang umum orang deskripsikan akan badan prima seorang wanita. Bila tidak begitu kurus kita malah kerap kelebihan timbunan lemak yang malas bersembunyi di bawah pakaian.

Saya memahami benar bagaimana rasa iri tanpa suara kerap menyelusup masuk, yang selanjutnya dituruti dengan rasa rendah diri yang pilih untuk duduk diam diri dalam lipatan hati. Ah, jika sudah ini, kamu dan saya, kita, tentu suka sekali menyesali kondisi diri. Menyesali muka kita yang tidak secantik mode sabun muka, atau raibnya rasa optimis sebab kulit yang tidak putih dan mulus seperti pantat bayi.

Diriku, tahukah kamu, repot sedih dan mengeluhi nasib diri tidak mempermudah langkahmu menjejaki jalan ke hari esok. Oleh sebab hal itu, beban yang menggelayuti kakimu ini hari dan keesokan hari akan semakin makin bertambah berat.

Rasa rendah diri memang sering melawat, ia selalu memaksakan masuk tanpa izin. Ia yang membuat optimis tergerus dan pilih pergi entahlah ke mana. Ya, jika sudah ini, kita selanjutnya repot bermuram diri dan tersuruk sendiri. Berasa hidup ini tidak adil dan berasa diri ini banyak minimnya dan tidak berasa berbahagia.