Sesekali Egois itu Nggak Dosa. Percaya deh, Kamu Juga Berhak untuk Bahagia

Bila berbicara rasa suka atau berbahagia yang ada dalam diri kamu, kemungkinan pikiranmu langsung melayang-layang pada siapakah yang sanggup membuat hatimu berasa bergetar. Kemungkinan kamu tidak mengetahui bila hal itu menjadi satu kekeliruan yang kamu kerjakan. Karena sebenarnya kamu tidak membutuhkan seseorang untuk membuat kamu berbahagia. Kamu cuman membutuhkan diri kamu sendiri sepaket dengan perasaan ego yang kamu punyai untuk berbahagia.

Berikut ini ada banyak argumen yang akan memberikan keyakinan kamu bila kamu cuman membutuhkan dua hal itu untuk dapat rasakan berbahagia. Silahkan membaca. 🙂

Kemungkinan kamu kerap menaklukkan rasa berbahagia yang ada dan menggantinya dengan merasa sakit. Ya, merasa sakit yang kamu piara ada karena kamu kebanyakan dengar apa yang mereka ucapkan mengenai diri kamu. Bahkan juga, kamu demikian larut menikmatinya hingga berbahagia yang semestinya kamu punyai bertukar dengan rasa yang seharusnya tidak memerlukan.

Jika rasa itu sampai demikian menggelayut di hati dan pikiranmu, kamu perlu ingat satu perihal: hidup yang kamu lalui ialah punyamu. Murni punyamu, bukan punya seseorang. Jadi, untuk apa pikirkan beberapa hal yang mereka bahas. Diamkan mereka dengan bermacam penilaian tentangmu, tunjukkan saja jika kamu tidak apakah yang mereka ucapkan.

Jika sejauh ini kamu memandang bisa mengasihi diri kamu sendiri, coba optimis diri kamu satu kali lagi. Apa betul kamu bisa prima mengasihi diri kamu dengan tidak kembali berserah ke rasa sedih. Tidak boleh dahulu tuntut orang yang lain menjelaskan ia mengasihimu tetapi rupanya malahan tinggalkan. Tuntutlah dahulu diri kamu sendiri yang tidak dapat membawamu pada kebahagiaan. Janganlah sampai kamu begitu mengasihi seseorang lebih dulu saat sebelum kamu dapat mengasihi diri kamu sendiri segenap hati.